[Review] Girls in The Dark

22432940

Genre: Thriller, Drama, Mistery

Kategori: Fiksi, Novel Terjemahan

Penulis: Akiyoshi Rikako

Ukuran: 13 x 19 cm

Tebal: 290 halaman

Harga: Rp 65.000

Penerbit : Haru

Sinopsis: Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu…?

Gadis itu mati.

Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati.

Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh diri?

Tidak ada yang tahu.

Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu.

Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi….

Kau… pernah berpikir ingin membunuh seseorang?

Review: Akiyoshi Rikako lagi ya. Setelah membaca The Dead Returns, saya jadi tertarik sama cerita Akiyoshi-sensei yang lain. Berhubung saya punya kenalan orang di penerbit Haru dan kalau beli di dia dapet diskon, saya beli dua buku Akiyoshi-sensei.

Novel ini berawal dengan kematian Shiraishi Itsumi, gadis populer di SMA Katolik dan juga anak pengelola yayasan. Itsumi digambarkan sebagai gadis cantik, kaya, pinter, dan dikagumi oleh semua orang. Dia medirikan ulang klub sastra dan merenovasi kapel lama untuk dijadikan salon (tempat buat kongkow gitu deh). Deskripsi soal salon ini wow. Ada chandelier, rak buku dengan buku-buku yang langka, dapurnya bagus, dan kemewahan lainnya.

Kematian Itsumi menjadi pertanyaan orang-orang. Mengapa gadis ini memilih untuk mati? Lalu apa maksud dari bunga lily yang dia pegang?

Nah ….

Novel ini menggunakan sudut pandang orang pertama. Belum apa-apa, saya sudah dibuat kaget karena format cerita yang gak biasa. Jadi konten novel ini adalah kumpulan cerpen yang anggota sastra buat untuk mengenang Shiraishi Itsumi di acara rutin klub sastra, yaitu yami-nabe (mencampur bahan makanan yang aneh ke dalam satu gentong, lalu dimakan sama-sama; ada syarat bahan makanan yang boleh dimasukkan). Berhubung saya sudah pengalaman dengan cerita buatan Akiyoshi-sensei yang bisa banget memanfaatkan 1st POV untuk menipu pembaca, saya sudah berhati-hati selama membaca cerpen-cerpen karya keenam gadis sastra ini. Setiap cerpen yang ditulis vibe-nya beda, seakan ditulis oleh karakter itu sendiri. Kalau versi Jepang-nya mungkin cara menulisnya kanji-nya juga beda karena sepengalaman saya main game Jepang, dialog karakternya yang ngomong “ore” atau “boku” bisa ditulis dengan cara yang berbeda-beda. Jadi saya ngebayangin pasti berwarna-warni banget novelnya dan effort yang Akiyoshi-sensei lakukan besar banget buat novel ini (banyak nyari referensi juga karena deskripsi dia tentang latar belakang karakter maupun tempat begitu kuat). Saling tuduhnya berasa banget dan ketika ganti cerpen/karakter, kerasa banget bedanya (berhubung saya bacanya maraton). Ada karakter orang luar (Diana) dan isinya mengambil perspektif orang luar mengenai pergaulan di sekolah putri Jepang, terus ada yang ingin dianggap adek ketemu gede, kerasa juga manja-manjanya. Keinginan si Itsumi bener-bener dibangun dengan kokoh.

Itsumi sebagai tokoh utama gentayangan terus di semua cerita, meski dia sudah tiada. Sosok Itsumi bener-bener dikagumi oleh banyak orang dan mary sue banget (awalnya). Pas saya baca bagian terakhir … seperti biasa Akiyoshi-sensei bikin kamu pengin lempar buku. Jujur aja saya sempet lupa sama karakter lain. Iya sih, disebut beberapa kali, cuma kayak keberadaan dia tipis banget, beda sama Itsumi yang kuat banget.

Saya merasa kopong pas baca. Sedih abisnya.

Saya udah was-was padahal. Beberapa hal memang sesuai dugaan saya, tapi ternyata ada lebih banyak rahasia yang berhasil Akiyoshi-sensei tutupi dengan mulus. Saya berasa digampar berkali-kali pas baca bagian akhir. Semua petunjuk disebar oleh Akiyoshi-sensei.

Saya berasa baca Howl’s Moving Castle. Gaya berceritanya mirip. Saya dulu sebelum baca Howl’s Moving Castle diwanti-wanti sama temen, “Baca yang teliti deskripsinya biar nyambung pas di bagian akhir”. Nah, Akiyoshi-sensei ini nebar petunjuknya mirip Diana Wynne Jones.

Jadi buat yang mau baca novel ini, baca dengan tenang, resapi deskripsinya, karena foreshadowing-nya cakep banget. Dia cuma ngasih clue-nya sekalimat aja, tapi ternyata itu berpengaruh besar. Dialognya juga enak dan karakterisasi tiap karakternya juga kuat.

Novel ini udah dicetak sekian belas. Buat yang belum punya bukunya, buruan beli gih, nanti harganya makin mahal (ehe). Yang jelas, novel ini gak rugi buat dikoleksi.

Rating dari saya 5/5. Abisnya cakep banget, Man!

 

Advertisements

[Review] Infinity Fate

Penulis: Tyan Hardiana

Genre: Romance, Adult, Inspiration

Jumlah Bab:  18+epilog

Sinopsis: Adakah orang di dunia ini yang bisa menyetir takdirnya sendiri?

Aluna Purnama Djati, gadis berusia 26 tahun tiba-tiba saja dilamar seorang pria asing, setelah mengalami patah hati karena Nugie—pria yang ia cintai—mendadak menyodorkan undangan pertunangannya dengan gadis lain.

Akankah Aluna yang tak pernah memiliki kisah cinta sempurna bisa berbahagia dengan Erlangga Adhitya Putra? Lalu, siapa Erlangga sebenarnya?

Pada akhirnya Aluna sadar, bahwa ia hanyalah manusia yang digiring oleh takdir yang tak terbatas. Perputaran takdir ini entah berakhir menyeretnya pada kebahagiaan sejati, atau kesedihan tak bertepi.

Review: Cerita ini berawal dengan Aluna yang bangun di rumah sakit dan melupakan sosok lelaki bermata elang yang berada di ruangan itu. Setelahnya adegan berganti pada Aluna yang menjalani kesehariannya di kantor sebagai peneliti dan mempunyai teman dekat bernama Nugie yang tiba-tiba menyodorkan undangan pertunangan. Aluna pun pulang dengan hati yang potek, tapi setibanya di rumah ia bertemu dengan Erlangga yang mengaku sebagai calon suami Aluna, tapi Auna bahkan tidak ingat mengenal Erlangga dari mana. Berbeda dengan Aluna, orang tua Aluna (Tuan dan Nyonya Djati) maupun Dini (sepupu yang tinggal dengan keluarga Aluna) menerima Erlangga dengan sangat baik (ibu Aluna dan ibu Erlangga juga berhubungan dengan baik). Erlangga mengaku sebagai teman masa kecil Aluna, tapi Aluna sama sekali tidak ingat soal itu. Lambat laun, Aluna pun menerima tawaran Erlangga untuk menikah. 

Secara garis besar, cerita novel ini berkutat di masalah orang-orang yang mengalami quarter life crisis, baik itu tentang mencari jodoh, suka sama teman sekantor, ataupun galau di beberapa hari mendekati waktu pernikahan. Sebagai orang yang berusia deket-deket Aluna, cerita ini menghibur banget sama saya dan bikin pengin ada temen masa kecil, datang dengan keadaan yang masih ganteng, mapan, dan soleh, lalu dateng dan ngajakin nikah. Banyak pesan moral yang dituangkan penulis dalam cerita ini terkait penikahan dan membuat saya sebagai pembaca menemukan sudut pandang baru mengenai pernikahan ini. Selain itu, beberapa deskripnya menggunakan perumpamaan  yang menurut saya witty. Dialog antar karakternya juga mengalir dengan halus dan menyenangkan untuk dibaca. Hanya saja yang gak saya suka itu cara manggil Erlangga ke Aluna (Luv) yang menurut saya sih rada ooc dari kepribadian Erlangga yang digambarkan kaku.

Untuk plot, saya dari awal baca udah bisa nebak bakal kayak apa, jadi ketika di bagian akhir semua misteri diungkap, saya gak begitu kaget (cuma kaget sama satu hal tentang latar belakang salah satu karakter aja). Cuma menurut saya penyampaiannya masih kurang enak karena beberapa kali saya harus mikir dulu ‘kenapa bisa?’ begini atau ‘ini siapa kok tau-tau muncul?’. Foreshadowing-nya juga kurang mulus dan ada beberapa pergantian scene yang kerasa ‘kok tiba-tiba gini sih?’. Ada beberapa typo dan ada bagian yang pov-nya mendadak ganti jadi 1st POV , padahal keseluruhan cerita menggunakan 3rd POV. Selain itu … endingnya ini nih. Kak Tyan, ada rencana buat bikin novel Nugie dan ceweknya gak? Saya ngerasa karakter Nugie kurang digali dan pengin ada cerita kelanjutan soal Nugie dan ceweknya.

Oh, ya, saya sempet baca di bagian komentar ada yang ngerasa alurnya kecepetan. Kalau menurut saya sih daripada kecepetan, cara penyampaiannya aja yang kurang luwes makanya kerasa kayak dikejar kereta. Padahal 19 bab (sudah termasuk epilog) cukup untuk cerita dengan premis begini.

Saya kasih rating 3 dari 5. Buat kalian yang pengin cerita romansa yang gemesin dan bikin ngiler, cerita ini cocok buat kalian. Oh ya, meski genre-nya Adult, buat yang masih remaja juga bisa baca kok. Istilah-istilah rumit tentang pekerjaannya Aluna cuma dibahas di awal-awal aja, selanjutnya gak dibahas (saya bersyukur karena pas baca istilah-istilah tersebut kepala saya pening hehe).

Cerita ini bisa kalian baca di Cabaca (https://cabaca.id) atau langsung klik aja ini. Buat pengguna android bisa download app-nya di play store (http://bit.ly/appCabaca) . Biar kita sama-sama untung, pakai kode referensi ini ya: CABACA_VIERSEASON.

Trapped

cover.jpg

Genre: Romantis, Fantasi, Time-Travel

Sinopsis: Melinda seorang mahasiswa baru di fakultas hukum. Sewaktu menyeberang jalan, dia ditabrak oleh truk. Ketika mengira dirinya sudah meningga, Melinda membuka mata dan menyadari dirinya menjadi anak kecil dengan penampilan dan nama berbeda, yaitu Lucia Creist—pewaris klan Creist yang memiliki kemampuan penyembuhan. Melinda pun tersadar bahwa dirinya masuk ke dunia novel roman-fantasi dan menjadi tokoh sampingan yang mati di pertengahan cerita.

Link: https://mangatoon.mobi/id/detail/10231

[Review] Dua Garis Biru

Image result for dua garis biru

Review

Langsung aja lah ya, gak usah pakai basa-basi. Dua Garis Biru bercerita tentang Bima dan Dara, sepasang sejoli, yang pacaran dan kebablasan sampai tekdung dan bagaimana kedua keluarga menghadapi permasalahan ini. Topik yang diangkat di film ini masih bisa dibilang tabu karena membahas tentang seks bebas dan kurangnya edukasi tentang seks di usia dini di Indonesia.

Sepanjang film, penonton diajak buat merasakan konflik batin antara kedua pihak (keluarga Dara dan Bima) yang bagai langit dan bumi. Mengapa saya bilang begitu karena secara kasta mereka ini timpang banget. Banyak hal yang gak disampaikan dengan kata-kata, tapi sebagai penonton sasya bisa ngerasain sih soal Dara yang berpikir ke depan dan bercita-cita pergi ke Korea ataupun Bima yang bingung harus apa setelah tahu Dara hamil.

Selain itu, banyak juga pesan moral yang diucapkan langsung oleh tokoh-tokoh di film mengenai betapa pentingnya edukasi seks di usia dini. Jadi saya ngerasa emang ini film fokusnya ke sana kali ya. Abisnya ga sekali-dua kali tokohnya secara blak-blakan ngebahas tentang itu.

Meski film ini cenderung drama yang menguras air mata, ada selipan kelucuan di dialog maupun tingkah laku tokoh-tokohnya. Jujur, saya sukaaaa banget sama keluarganya Bima. Interaksi keluarga mereka begitu oke.

Oh ya, bahas soal keluarga. Di film ini juga menyorot dua tipe keluarga dan juga berpesan bahwa komunikasi antar anak dan orang tua itu penting.

Nah, yang jeleknya dari film ini tuh cuma satu. Akhirnya. Gatau deh ya ada extra scene apa enggak abisnya tadi saya keluar pas credit roll udah muncul (mepet magrib soalnya). Endingnya tuh biasa aja. Ya udah gitu, kelar, gak ada yang bikin “waah” atau “yeey”.

Soal akting, saya gak familiar sama semua pemainnya sih. Cuma, aktingnya Zara JKT di sini ada peningkatan. Terus Cut Mini ya selalu oke emang. Asri Welas juga, meski scene dia cuma seiprit, begitu membekas di hati.

Apakah film ini layak tonton? Saya sangat menyarankan buat orang tua ajak anak-anaknya yang remaja nonton ini atau kalian yang remaja nonton ini. Film ini mengedukasi, tapi ga bikin bosen.

 

Tinggal Kenangan

“Sekarang aku menyukaimu, besok entah.”

 

Dia bilang begitu waktu senja, waktu adzan Magrib berkumandang. Aku terkekeh saja, meski heran. Kupikir dia melucu. Tahulah. Orang kasmaran, apapun rasanya seperti ada kupu-kupu di perut.

 

Geli.

 

Bikin ketawa.

 

Dan tawa itu sirna keesokan harinya.

 

Kupikir dia bercanda. Tahunya, esok dia tiada.

 

 

[Review] Komik Shiiba Nana Terbitan M&C

Jadi dua bulan yang lalu saya ke Gramedia dan membeli dua komik dengan harga mahal, yaitu masing-masing Rp.45.000,-. Di bagian cover terdapat tulisan Dewasa dan tentu saja saya sebagai wibu tahu maksudnya adalah genre Josei, yaitu romansa untuk wanita dewasa dengan konten dewasa (baik itu adegan seksual maupun konflik yang umum terjadi oleh orang dewasa).

 

1. Doctor’s Love Files

Ada empat cerita pendek dalam komik ini. Tiga cerita mengisahkan tentang romansa antara dokter dengan pasien/perawat di rumah sakit elit dengan dokter ganteng. Sementara itu, cerita terakhir mengenai mangaka dan editornya. Premis setiap ceritanya sih biasa aja, tapi Shiba Nana membawakannya dengan menyenangkan dan bikin saya deg-degan atau senyam-senyum saat membacanya. Selain itu, cara mengakhiri ceritanya juga memuaskan. Untuk harga Rp.45.000,-, komik ini layak untuk dikoleksi. Oh, iya … mangaka-nya melakukan riset buat komik ini, jadi latar belakang tokohnya gak komikal-komikal amat.

2. The Secret Garden

Kalau ini berbeda dengan komik nomor 1. The Secret Garden punya tiga cerita pendek yang tidak berkaitan satu sama lain. Cerita pertama mengenai bawahan yang jatuh cinta dengan istri mendiang bosnya. Dia melakukan berbagai cara buat mendekati istri mendiang bosnya. Salah satu cara yang dia lakukan adalah mencari tahu tentang bosnya dan menceritakan hal-hal tersebut ke istri mendiang bosnya.

Cerita kedua adalah tentang seorang gadis yang menampung banyak hewan di rumahnya dan cowok OCD. Cerita ini lebih kayak shoujo dibandingkan josei. Ada twist menarik di akhir cerita tentang latar belakang cewek utamanya.

Cerita ketiga tentang cewek yang diselingkuhi pacarnya dah pengin cari rumah baru buat tinggal sendiri. Dia pun berhubungan dengan agen properti ganteng yang rela menghabiskan waktu buat ngider nyari rumah bareng. Ini lumayan josei sih. Bisa relate  banget sama syarat-syarat yang ceweknya ajuin buat rumahnya (juga konklusi akhir).

Secara keseluruhan, saya lebih suka komik pertama karena lebih seger dan tiap ceritanya ada kaitan. Rada puas juga karena ada empat cerita dalam satu buku. Jujur aja, saya gak begitu suka dengan The Secret Garden karena rada nganu sama tokoh utama cowoknya yang memanfaatkan situasi (ya, dia sadar sih itu salah).

Sebenarnya ada komik Shiba Nana lain yang dikeluarkan AKASHA (cabangnya M&C yang mengeluarkan komik dewasa) dan saya pengin beli kalau punya uang. Oh, ya, untuk kualitas kertasnya sekarang bagus banget. Tinta gak nempel di tangan dan kertasnya tebal (walay gak setebal komik terbitan Jepang). Ada harga, ada kualitas lah ya.

Ngewibu

Jadi karena kemarin ngecek anime untuk musim panas, saya cek ulang anime musim semi yang sebenernya masuk list, tapi kelupaan ditonton. Karena udah ganti musim, otomatis kedua anime  yang saya tonton udah tamat.

1. Kenja no Majo

Anime ini bercerita tentang seorang pemuda yang mati ketabrak truk karena nyelonong aja pas menyebrang jalan. Eh, saat dia membuka mata dirinya kembali menjadi bayi dan hidup di dunia lain dimana sihir dan monster itu nyata. Dia diangkat menjadi cucuk oleh seorang penyihir legendaris karena keluarga aslinya mati diserang monster dan hanya si MC yang selamat saat si penyihir datang.

Sedari kecil MC ini mendapat pendidikan dari orang-orang beken (dia gak ngeh kalau orang-orang di sekitar dia itu hebat semua; bahkan orang yang dia anggep paman itu ternyata raja). Dia baru ngeh dirinya punya kedudukan yang beda itu pas masuk sekolah sihir. Menurut saya MC ini sangat OP, tapi lumayan wajar sih karena dia belajar dari orang-orang beken. Biasanya saya gak suka sama karakter OP, tapi MC ini lumayan enak ditonton karena MC-nya rendah hati dan mau mengajarkan teman-temannya.

Oh, ya … anime ini cuma 12 episode, jadi gak mencakup keseluruhan manga/novel yang saat ini masih berlanjut. Saya sih gak sekepo itu sama ceritanya, cuma kalau ada season 2 pasti bakal saya tonton karena animasi bertarungnya seru dan ini gak harem. Jarang kan yang temanya fantasi gini, rutenya jelas si MC dipasangin sama siapa (bahkan udah tunangan loh dia!)

2. Mayonaka no Occult Koumuin

Ini ceritanya fantasi lagi, tapi di latar waktu sekarang. Si MC dapat kerjaan di bidang keamanan yang ternyata berhubungan sama demit. Jadi kerjaan dia ngeronda sekitar Shinjuku untuk memastikan para demit gak bikin gangguan. Kadang dia juga kerja buat menyelesaikan kasus-kasus tertentu. Nah, yang menjadi daya tarik anime ini adalah si MC yang merupakan keturunan Abe no Seimei dan dia bisa berbicara dengan demit (tokoh lain enggak ada yang bisa). Anime ini bercerita bagaimana si MC yang menyelesaikan kasus-kasus supranatural dengan kemampuannya tersebut.

Agak disayangkan anime ini terlalu santai dan gak wow-wow banget. Sedikit aksi, lebih ke slice of life. Mungkin kayak Natsume Yuujinchou versi udah pekerja kantoran.

Rada sayang sih karena kekuatan MC-nya cuma begitu doang. Padahal pengin lihat dia nyegel atau berantas yokai kayak Abe no Seimei di seri-seri lain.

Oh, iya, sama dengan Kenja no Majo, anime ini juga ada versi manga/novel yang masih berlanjut. Kalau ada season 2, pasti masuk daftar tontonan saya!